Skip to main content

Cara Mengatasi Prilaku Buruk Dari Burung Cendet


Prilaku Buruk Burung Cendet - Burung cendet merupakan salah satu jenis burung yang sangat disukai banyak kicaumania karena suara burung cendet yang nyaring, keras dan beragam, selain itu harga burung cendet di pasaran relatif cukup terjangkau baik dari burung cendet lolohan, burung cendet trotolan maupun burung cendet dewasa.

Namun tidak sedikit kicaumania yang mengeluh karena cendetnya sering berperilaku buruk, dan sulit untuk di kembalikan untuk bisa normal kembali seperti biasa. Untuk mengatasinya berikut tips mengembalikan kondisi cendet yang sering berperilaku buruk.

Penyebab burung cendet berprilaku buruk biasanya burung cendet yang tidak mendapat perawatan yang memadai dan jarang diberi pakan bergizi, burung cendet akan menampilkan perilaku buruk seperti sangat liar, mencabut bulunya sendiri, burung cendet sering salto, jarang berkicau, bahkan bisa sangat manja.

Apabila semua perilaku buruk ditemukan dalam burung cendet, maka kicaumania akan menyebutnya dengan istilah burung cendet RUSAK  karena sangat sulit untuk disembuhkan, sebenarnya tidak ada istilah "tidak bisa disembuhkan". Melalui penanganan yang tepat, burung cendet rusak masih mungkin dikembalikan ke keadaan normal, meskipun membutuhkan waktu dan kesabaran.

Berikut ini beberapa cara merawat burung cendet berperilaku buruk.

1. Memanfaatkan kandang aviary
Memulihkan kondisi burung cendet yang suka berperilaku buruk dapat diatasi dengan memanfaatkan kandang besar seperti kandang umbaran sebagai tempat tinggal sementara, jika menggunakan kandang aviary, pasang dua posisi bertengger di dekat lantai dan di tengah kandang. Posisi kedua tenggeran yang jauh seperti itu dapat membuat burung lebih aktif dan dapat membantu mengurangi kebiasaan buruknya terutama salto.


Jika Anda menggunakan sangkar polier, Anda juga perlu memasang dua tempat bertengger yang ditempatkan dalam jarak yang sangat jauh, dalam posisi yang dekat dengan lantai kandang dari atap. Posisi bertengger yang jauh dari atap juga dapat mencegah cendet dari kebiasaan kebiasaan saltonya dan kebiasaan buruk lainnya.

Setelah memasang dua tenggeran di posisi itu, langkah selanjutnya adalah menempatkan pakan dan air minum burung cendet pada jarak yang sangat jauh, pakan dan air minum dapat ditempatkan di dekat tenggeran pertama dan kedua. Karena jarak antara berjauhan maka cendet lebih sibuk dan aktif, jadi lupakan kebiasaan buruk itu.

2. Memberikan pakan secara tepat
Selama periode terapi burung cendet harus menerima asupan pakan yang tepat, terutama yang mengandung kandungan protein tinggi seperti Voer lele / ayam lele. Selain itu berikan pakan tambahan secara teratur, terutama jangkrik, kroto, dan ulat hongkong.

Untuk membantu mempercepat proses pemulihan, burung cendet dapat diberi pakan hidup alami seperti burung kecil, orong-orong, kadal kecil, dan sebagainya. Menyediakan pakan yang dibutuhkan diharapkan dapat membantu mengurangi sifat liar dan membuat burung lebih cepat jinak.

3. Memandikan hingga basah kuyup
Selama masa penyembuhan di kandang baviary / umbaran jangan lupa memandikan burung secara teratur, mandikan burung cendet sampai basah dengan penyemprotan atau menggunakan bak yang ditempatkan di kandang yang digunakan. Mandi burung cendet sampai basah kuyup dapat membantu mengurangi perilaku buruk seperti salto, dan juga membuatnya lebih cepat jinak.


4. Mengamati perilakunya
Setiap beberapa minggu Anda dapat mengamati perkembangan perilaku cendet, jika setelah 1-2 minggu ditemukan perkembangan yang signifikan misalnya burung menjadi lebih jinak, jarang salto dan tidak manja, maka sudah saatnya Anda memindahkannya ke kandang hariannya sambil tetap memantau kondisinya.

Tetapi jika kondisi burung relatif tidak berubah dan masih berperilaku buruk, maka itu berarti sudah waktunya bagi Anda untuk mempertimbangkan mencari penggantinya dengan kualitas yang lebih baik.

5. Perawatan setelah masa terapi
Setelah kondisi cendet secara bertahap normal dan tidak menampilkan perilaku buruknya, pindahkan burung ke dalam sangkar hariannya.

Untuk mencegah perilaku buruk dari muncul kembali, perawatan yang tepat dan teratur harus dilakukan, termasuk:
1. Gunakan sangkar harian dengan ukuran yang disesuaikan, dalam arti tidak terlalu sempit maupun terlalu luas.
2. Berikan satu tenggeran dulu. Beberapa hari kemudian, baru ditambah satu tengeran lagi dengan posisi saling menyilang.
3. Rutin memberikan pakan tambahan / extra fooding (EF), terutama kroto, jangkrik, atau ulat hongkong.
4. Seminggu sekali, burung diberi pakan hidup alami seperti orong-orong, kadal, atau serangga lainnya.
5. Rutin memandikan burung setiap hari, termasuk terapi mandi malam.
6. Melakukan pemasteran untuk merangsang burung lebih rajin berbunyi.
7. Sebelum kondisinya benar-benar pulih, selama 1 minggu jauhkan cendet tersebut dari burung sejenis. Setelah itu baru diberikan pelatihan dengan cara ditempel dengan burung cendet lain yang gacor.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar