Skip to main content

Cara Perawatan Burung Anis Kembang Agar Berkicau Maksimal

merawat anis kembang agar berkicau

Burung anis kembang diketahui memiliki suara kicau yang cukup nyaring dan lantang, namun beberapa pemilik belum mempunyai kesempatan menikmati kencangnya kicaun burung miliknya. Beberapa anis kembang mania mengeluh bahwa burung peliharaan tidak mau bernyanyi dengan maksimal. Bagaimana cara mengatasinya, berikut tips memaksimalkan kicauan anis kembang. Seperti jenis burung anis / punglor lainnya, anis kembang memiliki suara kicauan yang cukup kuat, karena itu jika ada anis kembang yang cenderung kedengarannya tenang atau kurang maksimal, tentunya ada yang salah sehingga perlu mendapat perawatan lebih lanjut untuk memaksimalkan suara kicaunnya.

Ada beberapa faktor penyebab burung anis kembang tidak mau mengeluarkan suara maksimal antara lain:

1. Burung yang masih muda sehingga cenderung terdengar berkicau perlahan, bahkan ngeriwik saja.
2. Burung sedang mabung, coba periksa adakah bulu halus yang jatuh di sekitar kandang.
3. Burung anis kembang terlalu takut, sehingga jarang terdengar atau hanya suara sesekali dengan suara rendah. Jika Anda baru membelinya dari pasar burung, anis kembang harus di jinakan terlebih dahulu, agar burung anis kembang tidak ketakutan saat berada di tempat yang ramai dan ingin bernyanyi dengan nyaring.
4. Burung mengalami kegemukan/obesitas. Kegemukan bisa membuat burung jenis apapun tampil tak maksimal, bersuara pelan, atau jarang bunyi.
5. Untuk memaksimalkan suara kicauannya agar lebih kencang tentu faktor penyebab di atas dapat diselesaikan dulu, misalnya jika belum jinak maka harus dijinakkan terlebih dulu. Jika mau mabung, biarkan burung merampungkan masa mabungnya.

Setelah itu Anda dapat melakukan terapi berikut ini, terapi ini sekaligus dapat diterapkan pada anis kembang yang selama ini tak mampu berkicau keras, namun penyebabnya di luar faktor-faktor yang disebutkan di atas.

1. Lakukan pengembunan setiap pagi, bisa dimulai pukul 04.30.
2. Setelah pukul 05.00 burung diberi 1 sendok teh kroto dan 1 ekor cacing tanah.
3. Mandikan burung sekitar pukul 06.30 – 07.00 menggunakan air dingin (air es).
4. Burung dijemur selama 1 jam antara pukul 07.30 – 09.30, setelah itu dianginkan di tempat sejuk.
5. Pukul 13.00 burung dikerodong dan diistirahatkan hingga sore., saat ini Anda bisa melakukan pemasteran.
6. Pukul 15.00, kerodong dibuka lalu burung kembali diangin-anginkan di tempat sejuk.
7 .Sekitar pukul 16.00 kerodong dibuka dan burung dimandikan, setelah itu berikan 1/2 sendok teh kroto dan 2-3 ekor jangkrik.
8. Burung dijemur di bawah sinar matahari sore hingga pukul 17.00., etelah itu di anginkan sebentar kemudian dikerodong.
9. Jika diperlukan pada malam hari burung bisa diberikan terapi mandi malam dilakukan sekitar pukul 19.00 – 20.30, setelah dianginkan sebentar dan berikan 1-2 ekor cacing tanah, biarkan istirahat tanpa dikerodong hingga pagi hari ketika mau diembunkan.

Apabila perawatan di atas bisa dilakukan secara rutin, maka burung akan lebih mudah terpancing untuk tampil lebih maksimal, dan suaranya menjadi lebih kencang daripada biasanya.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar