Skip to main content

Cara Memaster Anakan Cucak Rowo Dari Umur 45 Hari


Ropel adalah kualifikasi tertinggi dari kualitas suara cucakrowo, banyak mania cucak rowo sangat menginginkan burung itu memiliki suara ngerol yang panjang seolah-olah tidak ada jarak antara celah dan ritme berikutnya, dan memiliki volume keras yang besar. Cucakrowo ropel dapat diperoleh melalui program pemasteran dari umur 45 hari, idealnya anakan cucak rowo yang akan di master berasal dari indukan yang ropel juga. Meski begitu suara ropel bisa dihasilkan melalui program pemasteran secara terus meneru, dan harus dimulai lebih awal. Usia 45 hari atau 1,5 bulan merupakan saat yang tepat untuk memaster cucak rowo. Dalam kasus ini kandang anakan cucak rowo harus di pindahkan ke ruang khusus untuk pemasteran,karena ruangan ini harus steril dari bunyi indukan cucakrowo terutama yang memiliki suara engkel. Kalau bisa dipasangkan dengan sesama anakan yang lain tapi tidak dengan indukannya, apalagi kalau suaranya tidak ropel.

CD cucakrowo ropel sebagai master
Proses pemasterannya relatif mudah karena bisa menggunakan CD suara cucakrowo ropel sebagai pemasteran, ada banyak yang menjual CD master seperti ini misalnya SmartMastering. Kunci utamanya adalah kesabaran dan kesabaran, karena anak cucakrowo setiap hari harus mendengarkan CD master selama 7-8 jam.

Jika dilakukan terus menerus pada usia 5-6 bulan (kadang sampai 9 bulan), cucakrowo muda bisa meniru masterannya. Cara ini bisa digunakan untuk mania cucak rowo baik untuk perawatan, sering mengikuti lomba, dan peternak yang ingin menjual cucakrowo ropel.

Burung Cucak Rowo Ropel Kelas Lomba
Apalagi bagi yang sering mengikuti lomba, untuk kelas lomba cucakrowo punya pakem tersendiri, yaitu burung gacor (rajin berkicau) bisa dikalahkan oleh suara burung ropel, meski suaranya hanya bergulung sekali atau dua kali, namun jika ropelnya keluar saat perlombaan, maka suara burung lain akan menjadi ditutup.

Hanya saja cucakrowo ropel tidak terlalu sering dipelombakan karena suaranya bisa berubah menjadi engkel, karena ada kemungkinan burung yang sering mengikuti lomba bersuara engkel dan semi-ropel. Hal ini dapat mempengaruhi kualitas suara cucak rowo ropel, karena burung ini memang memiliki kemampuan untuk cepat meniru suara di sekitarnya.

Jika suara rople berubah menjadi engkel yang panjang, kita harus melakukannya kembali dengan CD master cucakrowo ropel agar suara itu kembali normal.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar