Skip to main content

Jenis Penyakit Yang Dapat Meyerang Burung Kenari Dan Cara Mengatasinya


Banyak orang tertarik memelihara burung kenari karena suara burung kenari sangat merdu, selain suara yang merdu perawatan burung kenari sangat mudah. Cara beternak burung kenari juga cukup mudah sehingga menjadi daya tarik tersendiri, tetapi perhatikan juga setiap mahluk hidup pasti juga terserang penyakit. Berikut adalah empat jenis penyakit yang biasanya menyerang kenari dan cara mengatasinya.

Perawatan harian kenari tidak benar-benar mengganggu pemiliknya, namun jenis burung ini mudah mengalami berbagai masalah kesehatan terutama jika tidak mendapatkan perawatan rutin. Karena itu sebelum membelinya untuk di pelihara di rumah pastikan kenari memiliki kesehatan yang baik.

Kenari yang sehat dapat diamati dari kondisi fisik dan perilakunya termasuk:
1. Aktif dan lincah di dalam sangkar.
2. Mempunyai bulu yang bersih, mulus, dan berkilauan.
3. Memiliki mata jernih dengan tatapan yang tajam.
4. Rajin berbunyi.

Kenari yang terlihat kurang sehat biasanya memiliki penampilan sebagai berikut:
1. Lebih banyak diam di tenggeran / kurang aktif dengan bulu–bulu yang mengembang.
2. Mata sering terlihat berair dan terkadang berwarna merah atau iritasi.
3. Nafas tersengal dan sering mengeluarkan cairan dari lubang hidung dan paruhnya.
4. Kotoran / feces yang keluar berwarna putih dan terlihat encer / bercampur air.
5. Tubuh kurus dengan sisa-sisa kotoran yang masih menempel di sekitar kloaka.

Secara umum ada empat jenis penyakit yang kerap menyerang burung kenari yaitu:

1. Kehilangan bulu sekitar leher dan kepala
Sering menemukan kenari yang memiliki kebotakan di sekitar leher atau kepala, hilangnya bulu-bulu ini umumnya disebabkan oleh kekurangan gizi termasuk kekurangan yodium. Masalah ini sering ditemukan pada kenari yang sudah dewasa atau yang sudah berproduksi

2. Gangguan pernafasan dan air sac mites
Gangguan pernapasan adalah salah satu masalah yang sering ditemukan pada kenari dan umumnya disebabkan oleh mikroplasma yang menginfeksi saluran pernapasan, bakteri Escherichia coli sering dianggap sebagai sumber masalah yang terjadi pada pernapasan burung.

Gangguan pernafasan pada kenari juga sering disebabkan oleh tungau kantung udara (air sac mites), parasit jenis ini sering menghisap darah dan hidup di organ pernapasan burung terutama di tenggorokan, hidung, dan kantung udara.

Parasit ini dapat berkembang di organ-organ ini dan dapat menyebabkan kematian, salah satu ngeriwik tetapi tidak terdengar. Untuk mengatasinya bisa dilakukan dengan memberikan perawatan secara teratur.

3. Bumble foot
Pembengkakan di kaki kenari dikenal sebagai bumble foot atau banyak kicaumania menyebutnya penyakit bubulan, penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri atau jamur umumnya karena kurangnya pemeliharaan dan kebersihan kandang dan peralatannya.

4. Kaki bersisik atau kaki berkerak
Masalah kaki berkerak sebenarnya dapat terjadi pada sebagian besar burung peliharaan, tetapi ini sering ditemukan pada burung kenari dan parkit. Kaki berkerak atau kaki bersisik biasanya disebabkan oleh tungau Knemidokoptes pilae sejenis tungau berkaki delapan yang menginfeksi kaki burung. Bagian yang terinfeksi kemudian ditumbuhi kerak abu-abu atau putih.

Rajin menjaga kebersihan kandang dan aksesorinya menjadi salah satu bentuk pencegahan paling umum terhadap empat jenis penyakit yang biasanya menyerang kenari. Sebisa mungkin bersihkan kandang dan peralatannya dengan menggunakan disinfektan khusus.

Untuk membantu menjaga kondisi tersebut burung kenari dapat diberikan multivitamin untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh mereka, sehingga terhindar dari berbagai penyakit yang dapat mengganggu penampilan mereka.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar