Beberapa Masalah Ekor Yang Sering Terjadi Pada Burung Murai Batu Ekor Panjang
Beberapa Masalah Ekor Yang Sering Terjadi Pada Burung Murai Batu Ekor Panjang

Beberapa Masalah Ekor Yang Sering Terjadi Pada Burung Murai Batu Ekor Panjang

Burung murai batu ekor panjang memang memiliki penampilan eksotis, saat burung bergerak ekornya akan melambai dengan elegan. Tapi memiliki burung murai batu berekor panjang juga memiliki masalah tersendiri, jadi ada beberapa hal yang sedikit berbeda dalam perawatannya. Apa masalah umum atau sering terjadi pada pemeliharaan batu magpie berekor panjang, berikut adalah beberapa masalah yang sering dialami pemilik murai batu berekor panjang, bersamaan dengan kemungkinan penyebabnya, sehingga tindakan tersebut dapat segera dilakukan atau tindakan antisipatif.

masalah yang terjadi murai batu

Burung murai batu ekor panjang memang memiliki penampilan eksotis, saat burung bergerak ekornya akan melambai dengan elegan. Tapi memiliki burung murai batu berekor panjang juga memiliki masalah tersendiri, jadi ada beberapa hal yang sedikit berbeda dalam perawatannya. Apa masalah umum atau sering terjadi pada pemeliharaan batu magpie berekor panjang, berikut adalah beberapa masalah yang sering dialami pemilik murai batu berekor panjang, bersamaan dengan kemungkinan penyebabnya, sehingga tindakan tersebut dapat segera dilakukan atau tindakan antisipatif.

1. Munculnya sobekan, bercak, atau garis pada bulu ekor
Bulu ekor yang menunjukkan kelainan seperti sobekan, ada bercak atau garis melintang merupakan pertanda bahwa burung tersebut kekurangan gizi, terutama saat burung tersebut memasuki masa mabung. Kondisi seperti ini biasa disebut sebagai garis stres.

2. Bulu ekor menjadi keriting
Bulu ekor berombak yang bergelombang atau keriting biasanya terjadi karena pemberian makanan yang tidak semestinya, misalnya tiba-tiba perubahan jenis merek voer. Tapi ini tidak hanya ditemukan pada burung murai batu berekor panjang, pada murai batu ekor pendek bisa mengalami masalah yang sama.

Karena itu penggantian jenis voer harus dilakukan bertahap misalnya 1 bagian voer baru dicampur dengan 3 bagian voer yang lama selama 4-7 hari, kemudian komposisinya berubah menjadi 2: 2. Selang berikutnya menjadi 3: 1, sampai akhirnya 4: 0 alias semuanya adalah voer baru.

Bulu ekor juga bisa menjadi keriting jika sangkar yang digunakan terlalu sempit, sehingga bulu ekor kerap berada di posisi batang, dinding, atau media lain di dalam kandang. Oleh karena itu, konsekuensi memiliki ekor panjang MB adalah dengan menyediakan sangkar / sangkar besar, sehingga bulu ekor bisa bebas menjuntai ke segala arah.

3. Bulu ekor menggunting
Bulu ekor berbentuk gunting biasanya disebabkan oleh bulu ekor pendek yang tumbuh di antara bulu ekor terpanjang selama pertumbuhannya, hal ini menyebabkan bulu pendek mengangkat dan mengubah arah pertumbuhan bulu panjang sehingga terbentuk seperti gunting.

Ini biasanya akibat burung yang sering memainkan ekornya selama mabung terutama saat bulu ekor belum tumbuh sepenuhnya, sehingga pemilik murai batu berekor panjang yang merasa burung-burungnya sudah selesai mabung dan siap di lombakan.

Kemungkinan lain adalah kondisi lingkungan sekitar kandang yang kurang lembab hal ini menyebabkan munculnya ekor gunting, bisa juga karena kandangnya terlalu kecil sehingga menghambat pertumbuhan bulu ekor secara normal dan akhirnya menjadi berbentuk gunting.

4. Pertumbuhan bulu ekor panjang tidak normal.
Pertumbuhan dua bulu terpanjang dari ekor murai batu juga sering terganggu oleh munculnya tungau bulu dan pakan yang tidak tepat, akibatnya pertumbuhan salah satu bulu terpanjang menghadap ke atas, sementara bulu terpanjang lainnya menghadap ke bawah.

Selain masalah gangguan tungau dan pakan yang tidak tepat, pertumbuhan rambut abnormal terpanjang juga bisa disebabkan oleh kondisi sangkar / kandang yang kurang lembab alias terlalu kering.

5. Bulu ekor panjang yang tidak tumbuh lagi.
Salah satu bulu ekor terpanjang juga bisa hilang secara permanen, hal ini biasanya disebabkan oleh burung yang sering mencabut bulu ekor terutama saat mengalami masalah kesehatan yang membuatnya menjadi gatal dan stres. Bahkan ada juga pemilik murai batu yang terpaksa mencabut bulu ekornya pada saat burung tersebut tidak ngurak total, karena terlalu lama menunggu lepas bulu ekor sehingga mencabut sendiri dan hal tersebut merusak lubang tumbuh tunas bulu sehingga bulu tidak tumbuh lagi.

Dari beberapa kasus di atas penting untuk menyediakan kandang yang memungkinkan bulu ekor bergerak bebas ke segala arah, menjaga kualitas pakan, perawatan sehari-hari dan perawatan mabung. Beberapa kasus bisa diatasi relatif mudah apalagi setelah burung mengalami masa mabung berikutnya, tapi ada juga kebutuhan untuk perhatian dan penanganan lebih lanjut.

Untuk itu maniak murai batu perlu memiliki pengetahuan tentang kesehatan dan perawatan bulu, agar terhindar dari masalah yang menyertainya terutama pada murai batu berekor panjang.
Advertisement

Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Blog Ini Khusus Di Buat Untuk Refrensi Tentang Cara, Tip Dan Trik Perawatan Burung Kicau Dan Salam Satu Hobi Para Kicaumania Sejati.